Merangsang Otak Kanan (2)

Mengarungi ranah bisnis di era hyper-competition seperti sekarang ini kecanggihan berpikir secara logika dan rasional ada kalanya kurang efektif ketika mengatasi hambatan di dunia kewirausahaan. Untuk itu diperlukan juga kecerdasan otak kanan (wawasan intuitif) guna mengatasi kendala yang menghadang.

Keseimbangan otak kiri dan otak kanan bagi seorang pelaku bisnis adalah mutlak diperlukan lantaran, seperti yang ditegaskan Dr. Damasio, pakar neurolog dunia - bahwa otak kanan (otak yang merasakan atau otak emosional) sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan rasional. Kemampuan otak yang merasakan ini relatif akan menuntun pada arah yang tepat.

Sudah saatnya kita musti mengoptimalkan kehebatan otak kanan meski sebelumnya guru di sekolah atau dosen di kampus lebih banyak merangsang dan mengajarkan kemampuan otak kiri.

Lantas bagaimana sajakah latihan mengasah kemampuan otak kanan? Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kecerdasan otak kanan. Berikut ini beberapa tips yang barangkali bisa dilakukan : pertama bangkitkan kemampuan bawah sadar kita. Latihan ini sederhana saja, misalnya dengarkan jenis musik lembut dengan mata terpejam, bayangkan dan rasakan alunan musik lembut itu. Jaga kesadaran ikuti irama musik tersebut.

Kedua bangkitkan minat pada aktivitas di alam terbuka. Dekatkan tubuh kita dengan alam dengan beragam aktivitas, misalnya jalan-jalan di pegunungan atau di pantai, berenang, memancing, bersepeda dan sebagainya.

Ketiga, lebih mendekatkan pada hal-hal yang reflektif. Misalnya keagamaan, bagi seorang muslim sholat malam (tahajud), dzikir dalam hati (qolbu) yang bisa dilakukan di mana dan kapan saja diyakini cepat merangsang kecerdasan otak kanan. Kegiatan meditasi atau yoga juga disarankan untuk menumbuhkan kemampuan otak kanan ini.

Keempat, biasakan senantiasa mengelola reflek gerak tubuh kita. Untuk meningkatkan otak rasa ini kesadaran terhadap reflek tangan, kaki, mata, hidung, mulut dsb yang pada situasi tertekan tertentu muncul tiba-tiba musti juga dikelola dengan proporsional. Sadar atau tidak pada situasi stres atau emosi, gerak reflek bagian tubuh tertentu kita kadang-kadang sulit dikendalikan, misalnya mulut gemetar (tremorik). Nah, kesadaran untuk selalu mengelola bagian tubuh itulah yang musti dilakukan. Sekalipun latihan ini sulit namun dengan niat keras bukan mustahil kita mampu senantiasa menyadari setiap gerak reflek yang biasa terjadi.

Kelima, berlatih berpikir secara menyebar (divergen), meloncat-loncat, tidak lurus (linier), berbeda (different) dan upayakan selalu gembira. Banyak sekali latihan yang bisa dilakukan, misalnya membaca kumpulan humor, melihat gambar atau film-film kartun, melontarkan dan mendengarkan joke atau banyolan-banyolan lucu.

Kecerdasan otak kanan memang kian penting saat ini khususnya dibutuhkan para pebisnis, terlebih di era yang dituntut persaingan kreativitas yang sangat tinggi ini. Dan berpikir kreatif tidak cukup mengandalkan kecanggihan otak kiri, namun kecerdasan otak kanan juga musti optimal. Untuk itulah keselarasan antara otak kiri dan kanan bagi seorang entrepreneur adalah wajib hukumnya.

- iLik sAs, tulisan saya ini pernah dimuat berseri di Harian Suara Merdeka -

1 comment:

  1. Mantap kang artikelnya tentang otak kanan. Sangat menambah informasi lagi buat saya ini. Informasi tentang otak kanan saya jadi bertambah. hehehe. Tapi Kang saya ingin tanya bagaimana cara untuk melatih otak kanan?

    ReplyDelete