Memaknai Tiap Gerakan

Banyak orang mengeluh dan merasa bahwa hidupnya tak lebih dari sebuah gangsing yang terus berputar namun tak menemukan arah mana yang akan dituju. Tujuan yang seharusnya mereka raih tidak sepenuhnya berada di genggaman. Sebagian yang lain justru merasa bahwa setiap hari terasa begitu cepat tanpa ada suatu hal baru yang bisa diperoleh. Banyak orang juga merasa bahwa aktivitas semakin menyita mereka ke dalam kubangan kesibukan. Padatnya rutinitas membuat kita tak sempat menyadari betapa berharganya setiap jam yang telah terlewat.

Seorang ekonom asal Bangladesh, Muhammad Yunus akan menunjukkan kepada kita semua bagaimana mewujudkan tujuan tanpa mengurangi makna dari setiap gerakan yang dikerjakan. Muhammad Yunus merupakan tipe orang yang selalu berusaha memberi makna pada setiap aktivitasnya. 

Ketika itu, obsesi besarnya adalah bagaimana bank-bank di daerahnya dapat menyalurkan dan mengulurkan dana bantuan berupa kredit kepada warga miskin. Bayangkan saja, banyak di antara penduduk di sekitar tempat tinggalnya mengharapkan pinjaman setara dengan 12.000 rupiah saja, tetapi tak ada satu pun lembaga keuangan di Bangladesh yang peduli terhadap mereka.

Idenya yang sangat mulia ini sempat ia ajukan kemana-mana, namun ternyata semua pihak hanya menggelengkan kepala. Sepintar apapun ia berargumen, seukuran itulah ia ditolak. Tetap saja bankir dan pejabat pemerintah yang ia temui berdalih; bahwa orang-orang miskin tidak layak diberikan kucuran kredit. Ia tetap berusaha mewujudkan tujuan tersebut. Ia berusaha mengetahui apa yang terhampar di depan matanya pada saat itu.

Ia terus berusaha mewujudkan apa yang menurutnya benar dan memastikan setiap gerakan yang ia lakukan tidak sia-sia. Kemudian ia mengajukan diri menjadi garantor bagi warga miskin yang membutuhkan bantuan. Hingga lama-kelamaan, ia merintis lembaga keuangan mikro sendiri sesuai dengan konsep yang ia cita-citakan. Lembaga tersebut ia beri nama Grameen Bank. Tanpa disangka, kini lembaga itu berkembang pesat & berhasil menangani 46.000 desa di Bangladesh melalui 1.200 cabang. Finally, atas jasanya yang tidak mengenal lelah tersebut ia pun dianugerahi Nobel Perdamaian.

Inilah buah dari gerakannya membantu orang-orang di sekitarnya. Seperti orang yang sedang melakukan ibadah, kita juga seharusnya mampu memaknai setiap aktivitas yang dikerjakan. Muhammad Yunus telah membuktikan bahwa memberikan makna positif bagi setiap gerakan yang dilakukan sama halnya dengan memberi makna pada kehidupan. Di sinilah kita harus memaknai setiap kejadian. Saat merasa gagal, maknai bahwa kegagalan itu proses belajar menuju level pemahaman. Saat berhasil pun, maknai keberhasilan itu sebagai pengalaman berharga sekaligus syukuri 'ujian kebaikan' sebagai tantangan agar kita terus bisa berbuat lebih baik lagi.

Memaknai gerakan dengan positif juga memberikan kita kekuatan dalam menghadapi rintangan hidup. Oleh karena itu, sekaranglah saatnya kita maknai setiap gerakan menuju tujuan yang ingin dicapai, diringi dengan afirmasi tindakan.


No comments:

Post a Comment